Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Cara Astronom Menemukan Planet di Bintang Lain


Selama ratusan tahun para ilmuwan sudah menduga kalau ada planet di (sekitar) bintang lain. Maka mereka pun mencari cara untuk bisa menemukan planet di bintang-bintang lain. Tidak mudah memang. Keluarlah dan lihatlah ke langit saat siang dan malam hari. Satu-satunya bintang yang tampak besar adalah Matahari, sedangkan bintang lain hanya titik di langit malam. Padahal planet itu ukurannya jauh lebih kecil dari bintang. Seperti bola basket dan kelereng. Jadi kalau bintang yang besar saja tampak seperti titik, bagaimana dengan planet?

Itu baru soal ukuran. Bintang memancarkan cahaya sama seperti Matahari, sedangkan planet tidak. Cahaya bintang yang tampak seperti titik di langit tentu akan mendominasi dan menutupi keberadaan planet yang sangat kecil dan tak punya cahaya! Misalnya ada mobil parkir di depan rumahmu dengan lampu mobil dinyalakan. Sekarang kamu berada di ujung jalan yang jaraknya 1 km dari mobil tadi. Apakah kamu bisa melihat bila ada nyamuk lewat di depan lampu mobil? Kira-kira seperti itulah sulitnya mencari planet yang super kecil di bintang lain yang memancarkan cahaya terang plus hanya tampak seperti titik dari Bumi.

Cara paling mudah menemukan planet tentunya dengan melihat dan memotret langsung dengan teleskop. Tapi ya, itu tadi, sangat sulit! Dan hanya bisa diterapkan untuk bintang-bintang dekat.
Cara lainnya, para astronom berusaha menemukan planet di bintang lain dengan cara tidak langsung. Para astronom menemukan planet dengan cara melihat perubahan yang terjadi pada bintang akibat keberadaan planet yang mengitari bintang tersebut.

Ada beberapa cara yang digunakan para astronom untuk mendeteksi planet secara tidak langsung. Yang paling sering digunakan adalah metode kecepatan radial. Dengan cara ini, para astronom melihat gangguan yang disebabkan oleh gravitasi planet saat ia mengitari bintang. Meskipun pengaruh gangguan dari planet sangat kecil, tapi bintang akan tampak bergoyang dan kecepatan bintang akan sedikit berubah. Bintang akan tampak bergerak mendekati atau menjauhi pengamat. Tapi perubahannya tidak akan bisa dilihat secara langsung. Karena itu para astronom melihat goyangan bintang pada perubahan yang terjadi di spektrum cahaya yang diterima dari bintang. Jika bintang bergerak mendekati Bumi, garis spektrumnya akan bergerak ke arah biru. Kalau menjauh dari Bumi, garis spektrumnya akan ke arah merah. Kalau perubahan itu terjadi, artinya ada planet yang mengitari si bintang.

1. Metode Kecepatan Radial


Cara lain yang juga sering digunakan adalah metode transit. Prinsipnya mirip gerhana, yakni para astronom mencari tahu perubahan cahaya bintang ketika planet bergerak melintas di antara bintang dan pengamat di Bumi. Contoh paling mudah adalah gerhana Matahari. Ketika bulan berada di antara Bumi dan Matahari, maka cahaya Matahari jadi hilang karena terhalang oleh Bulan. Nah, demikian juga yang terjadi di bintang lain. Ketika ada planet lewat di depan bintang induknya, maka cahaya bintang itu akan meredup, sehingga astronom bisa mengetahui kalau di bintang itu ada planet. Tapi, karena bintang letaknya sangat jauh dan planet itu sangat kecil, maka perubahan cahayanya pun sangaaattt kecil sehingga bintang akan tampak seperti sedang berkedip ketika ada planet yang lewat. Metode transit ini yang digunakan Wahana Kepler untuk mencari planet di bintang lain.

2. Metode Transit


Masih ada beberapa metode tak langsung lainnya, tapi yang sering digunakan adalah kedua metode tersebut. Perlu diketahui saat ini sudah ditemukan lebih dari 1.000 planet dan masih ada ribuan calon planet yang juga sudah ditemukan oleh Wahana Kepler.

10 FAKTA MENARIK TENTANG BUMI

Tempat tinggal kita (bumi), dipenuhi degan fakta-fakta menarik yang tidak pernah membosankan untuk dibicarakan. Keseluruhan fakta ini mengarah kepada komposisi yang sangat mendukung kehidupan di bumi dapat berlangsung.

Seperti yang kita kenal dari keadaan planet kita, ternyata masih ada hal-hal yang baru ditemukan setiap hari. Bahkan, dari sebagian besar lautan, masih belum pernah dieksplorasi sama sekali. Hal tersebut disebabkan keterbatasan kita sebagai manusia, keberadaan teknologi yang belum ada, sehingga ada batasan kedalaman laut yang dapat kita jelajahi. Namun dengan penelitian yang berkelanjutan, setiap hari kita mendapatkan ratusan spesies baru.
Hutan hujan mempersembahkan hewan dan tanaman baru setiap manusia melakukan penjelajahan. Bumi terus berubah, bergeser, dan mengekspos rahasia baru bagi manusia untuk mengagumi. Butuh waktu bertahun-tahun dan banyak sekali pemikiran besar untuk memecahkan masalah atmosfer bumi apalagi luar angkasa. Semua usaha, setiap saat, selalu memberikan fakta baru.

Dalam kesempatan kali ini, saya mengumpulkan sepuluh fakta menakjubkan tentang rumah kita ini, mungkin sebagian dari kita belum menyadari.

1. Atmosfir Bumi

Bumi memiliki banyak lapisan mantel atmosfer, seperti; mesosfer, ionosfer, eksosfer, dan termosfer. Tapi lapisan troposfer, yang paling dekat dengan bumi, yang mendukung kehidupan kita, ternyata hanya memiliki lapisan paling tipis, yaitu sekitar 16 km saja.

2. Gurun Pasir

Percaya atau tidak, sebagian besar gurun di bumi tidak seluruhnya terdiri atas pasir. Sekitar 85% isi gurun adalah batu dan kerikil. Gurun terluas di bumi, Sahara, mengisi sekitar 1/3 dari Afrika (dan terus berkembang) dapat mengisi permukaan yang hampir seluas benua Amerika Serikat.

3. Bumi tidak bulat..??

Faktanya, bumi ternyata tidak benar-benar bulat. Hal ini disebut oblate bulat arti itu agak pipih pada bagian atas dan bawahnya.

4. Lautan garam

Jika Kawan bisa menguap seluruh air dari semua lautan dan menyebarkan garam yang dihasilkan meliputi seluruh tanah di Bumi, maka Kawan akan membuat lapisan garam setinggi 150 meter.

5. Danau atau laut..??

Terdapat laut di dalam pulau yang sejatinya disebut Danau, namun danau tersebut amat luas, yaitu Laut Kaspia yang berada di perbatasan Iran dan Rusia

6. Pegunungan

Gunung Andes di Amerika Selatan merupakan pegunungan terpanjang di dunia, yaitu kisaran panjang 7.282 kilo meter. Sedangkan pegunungan terpanjang kedua: The Rockies, Ketiga: Himalaya; Keempat: The Great Dividing Range di Australia, Kelima: pegunungan Trans di Antartika. Sebagai catatan, untuk setiap 980 kaki atau 300 meter kita naik gunung, suhu akan turun 3-1/2 derajat.

7. Danau dalam

Danau terdalam di dunia ada di daerah bekas atau pecahan Uni Soviet yaitu Danau Baikal. Danau ini memiliki panjang 644 km, lebar sekitar 48 km. Kedalamannya tercatat lebih dari 1600 meter. Kedalaman ini cukup untuk mengosongkan air dari lima danau terbesar di amerika The Great Lakes

8. Gempa Bumi

Apabila gempa bumi terjadi, kerusakan parah dapat terjadi bahkan hingga mematikan. Namun tahukah kawan, setiap tahun sebenarnya terjadi tidak kurang dari 1 juta kali gempa bumi, hanya saja sebagian besarnya tidak tercatat.

9. Terpanas di bumi

Kebanyakan orang percaya bahwa Death Valley di California Amerika Serikat adalah tempat terpanas di bumi. Tetapi suhu terpanas yang pernah tercatat ternyata di Azizia Libya, suhu pernah tercatat hingga 136 derajat Fahrenheit (57,8 derajat celcius) pada 13 september 1922. Sedang di Death Valley, suhu tertinggi yang pernah tercatat hingga 134 Fahrenheit (56,6 derajat celcius) pada 10 Juli 1913.

10. Debu dalam angin

Ahli dari Biro Geologi Amerika Serikat menyatakan bahwa sekitar 1.000 ton debu terkandung dalam angin jatuh menghujani permukaan bumi setiap tahunnya.

KERUTAN KAIN ALAM SEMESTA

Pernahkah kau bertanya-tanya, mengapa orang-orang di sisi lain dunia tidak jatuh? Pada abad 17, seorang lelaki bernama Isaac Newton menemukan jawabannya: gravitasi. Newton menjelaskan bahwa gravitasi adalah suatu gaya yang menarik seluruh benda yang memiliki massa. Gravitasi juga yang membuat kakimu terus menjejak tanah dan menjaga Bumi serta semua planet lain di Tata Surya kita tetap di orbitnya, mengelilingi Matahari.

Ilustrasi Pulsar PSR J0348+0432 dan bintang katai putih pasangannya. Kredit: ESO/L. Calçada
Ilustrasi Pulsar PSR J0348+0432 dan bintang katai putih pasangannya. Kredit: ESO/L. Calçada

Namun, akhir-akhir ini, Albert Einstein mengajukan suatu gagasan lain tentang gravitasi. Teori gravitasi Einstein dikenal sebagai Teori Relativitas Umum. Menurut teori ini, gravitasi sebenarnya adalah “kerutan kain” Alam Semesta, dikenal sebagai “ruang waktu” di sekeliling benda-benda. Contohnya, sebuah bintang yang sangat berat membuat ruang di sekelilingnya melengkung, menciptakan sebuah “sumur” di dalam kain, dan menarik semua yang datang terlalu dekat. Kau bisa membayangkan ini seperti sebuah peluru meriam yang melengkungkan permukaan sebuah trampolin. Objek yang jauh lebih ringan tidak akan melengkungkan permukaan trampolin sebesar itu: sehelai bulu nyaris tak akan membuat perubahan apa pun.

Tetapi, lengkungan ruang waktu ini sangat sulit dihitung dan diamati. Dan sains menuntut pembuktian teori-teori yang telah dikonfirmasi. Akhir-akhir ini, sebuah sistem ganjil dua bintang eksotis yang saling mengorbit terlihat oleh teleskop-teleskop dan menjadi laboratorium sempurna bagi kita untuk membuktikan teori gravitasi Einstein, juga untuk menyelidikinya lebih dalam.

Pasangan bintang eksotis ini terdiri dari sebuah bintang katai putih dan bintang neutron paling masif yang pernah terlihat! Ketika saling mengorbit, dua bintang ini menciptakan riak-riak dalam “kain” alam semesta. Ini dikenal sebagai “gelombang-gelombang gravitasi” dan mereka membawa energi menjauhi sistem bintang. Di sini ada sebuah gambaran bagaimana peristiwa ini terjadi. Sistem bintang ganda istimewa ini membuat kita bisa mengamati sebesar apa energi yang hilang dan membandingkannya dengan prediksi Einstein. Dan coba tebak! Prediksi Einstein sangat akurat dengan yang benar-benar kami amati! Sejauh ini, sepertinya teori Einstein tentang gravitasi benar!

Fakta menarik: Di bumi, gravitasi tidak sama di semua tempat. Ini karena Bumi tidak berbentuk bulat sempurna, tetapi agak bergumpal-gumpal dan tidak rata. Distribusi beban yang tidak rata pun menyebabkan gravitasi yang tidak sama.

Sumber: Langit Selatan

10 TSUNAMI YANG UBAH PERADABAN DAN SEJARAH MANUSIA



Gempa bumi dan tsunami yang melanda Indonesia tahun 2004 menggeser fokus penanganan bencana dahsyat tersebut di kemudian hari. Sejak bencana Indonesia itu, fokus penanganan tsunami adalah peningkatan kesadaran, sejauh mana bencana itu mempengaruhi peradaban dan sejarah.

Gempa bumi, gerakan di bawah tanah, dan letusan gunung berapi dapat memicu tsunami dan mengirim dinding air dan banjir dalam kecepatan tinggi ke daratan. Dikutip dari laman Livescience, kehancuran yang ditimbulkan tsunami mampu mengubah budaya dan sejarah. Dua bencana alam di Indonesia 'menyumbang' list Livescience ini.

Berikut daftar 10 bencana tsunami yang dinilai mempengaruhi sejarah manusia:

10. Storegga - 8150 Sebelum Masehi (SM)

Dipicu longsor bawah laut yang besar, tsunami Storegga berawal di Laut Norwegia. Endapan tsunami ini sampai ditemukan di Skotlandia, 80 kilometer dari garis pantai.

Tsunami ini menghancurkan jembatan tanah yang disebut Doggerland. Sebelum hancur, jembatan ini menghubungkan Inggris dengan Denmark serta Belanda. Tsunami itu akhirnya memutuskan orang-orang di pulau itu dengan Eropa, selamanya.

Setelah itu, kebudayaan Mesolitikum berkembang secara independen dari Eropa, kecuali pemukim yang datang menggunakan perahu.

9. Polynesia - 2800 SM

Sejumlah peneliti mengungkapkan, tsunami memiliki efek "dingin" pada kebudayaan Polynesia, kepulauan yang tersebar di Samudara Pasifik tengah dan selatan.

Dipicu oleh gempa pada zona subduksi Kermadec -Tonga, endapan tsunami ditemukan di pulau-pulau Pasifik sekitar 2.800 SM. Sebelum tsunami itu, penduduk Polinesia berkembang pesat ke arah timur hingga ke kepulauan Tonga-Samoa. Setelah bencana, mereka berhenti 'merantau' selama 2.000 tahun.

8. Kreta - 1600 SM

Letusan maha dahsyat dari Gunung Thera di Yunani mengirimkan gelombang monster yang menyapu Pulau Kreta. Bukti Arkeologi menunjukkan, "pukulan" tanah dan air dari tsunami itu merefek mematikan bagi kebudayaan Minoan. Gelombang tsunami yang sama juga diduga bertanggung jawab pada  legenda Atlantis, peradaban modern yang konon tenggelam ke dasar laut.

7. Polynesia - 1450
Tsunami dahyat kembali melanda kepuluan Polynesia pada abad 15, tepatnya di wilayah New Zealand saat ini. Dua tsunami menyapu pemukiman sepanjang pantai.

Sebelum dilanda gelombang tsunami, Maori merupakan masyarakat Zaman Batu yang canggih, kata James Goff, pakar geologi tsunami di University of New South Wales, Australia. Setelah itu, fokus peradaban mereka lebih menyerupai siaga perang. Masyarakat Maori fokus melindungi sumber daya mereka.

Transformasi serupa juga terjadi di pulau-pulau di seluruh Pasifik Baratdaya, tambah Goff.

6.  Lisbon - 1775Puluhan ribu orang Portugis yang selamat dari gempa bumi 1 November 1755 malah tewas disapu tsunami, bencana susulan setelah gempa. Bencana tsunami setinggi 15 meter itu menyapu orang-orang lari ke pelabuhan.
Semula, orang-orang itu menyelamatkan diri dari gempa bumi ke pelabuhan. Ternyata, pilihan itu fatal.

Kehancuran akibat tsunami ini mempengaruhi filsuf Barat mulai dari Kant hingga Voltaire. Peristiwa bencana gempa dan tsunami itu jadi latar novel Voltaire yang berjudul "Candide."

5. Virgin Islands - 1867
Tsunami melanda pulau St Croix and St Thomas pada 18 November 1867. Tiga kapal Amerika Serikat rusak akibat gelombang ini. Salah satu kapal, Monongahela, terdampar di Croix, setelah disapu gelombang setinggi 9 meter.
Kapal-kapal yang sebelumnya dipakai dalam Perang Saudara itu, rencananya akan bertemu utusan Raja Denmark. Agenda pertemuan itu membahas harapan untuk pembangunan sebuah pangkalan angkatan laut dan rencana Denmark membeli pulau di Virgin Island milik Amerika Serikat.

Akibat gempa bumi, tsunami, ditambah lagi badai membuat kesepakatan pembelian pulau di Virgin Islands itu gagal.

4. Krakatau - 1883Letusan mahadahsyat Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 menciptakan sejumlah gelombang tinggi tsunami di seluruh dunia.
Sejumlah areal pulau tidak pernah dihuni lagi, termasuk Ujung Kulon, Jawa. Hingga kini, Ujung Kulon jadi hutan konservasi.
Pada 1883, Jawa dan Sumatera merupakan koloni Belanda yang menghasilkan rempah-rempah yang kemudian dikirim ke Eropa. Setelah gempa dan tsunami, Belanda meninggalkan jajahan mereka itu, selama beberapa waktu.

3. Alaska - 1946
Pada 1 April, sebagia Hilo, Hawaii, hancur disapu serangkaian gelombang laut akibat bencana dan longsor di Alaska. Tsunami ini kemudian jadi dasar pembuatan sistem peringatan dini tsunami yang dikenal sebagai Pacific Tsunami Warning Center (PTWC), didirikan tahun 1949.

Di Hawaii, tsunami ini dikenal juga sebagai April Mop Hari Tsunami karena orang-orang mengira peringatan bencana ini sebagai lelucon April Mop.

2. Sumatera - 2004
Pada 26 Desember 2004, gempa bumi di Samudera Hindia memicu sejumlah gelombang tsunami mematikan. Korban tewas akibat bencana alam itu sekitar 230 ribu orang dan menjadikan bencana tsunami ini masuk daftar paling mematikan sepanjang sejarah manusia. Korban terbesar ada di Provinsi Aceh.

Ukuran gelombang tsunami itu mengejutkan banyak pihak dan pakar yang kemudian mengubah fokus dan pemahaman resiko masa depan setelah gelombang mematikan itu.
Berkat studi-studi bencana di Sumatera, ilmuwan mulai mengaitkan pergeseran kebudayaan dan peradaban masyarakat di Samudera Hindia dan Pasifik dengan bencana tsunami besar.

1. Tohoku - 2011Pada 11 Maret, sebuah gempa 9 Skala Richter menghasilkan tsunami setinggi 10 meter di pantai timur laut Jepang. Gelombang ini menyebabkan kerusakan masif di pemukiman. Tak hanya itu, sebuah pembangkit listrik tenaga listrik di Fukushima bocor dan menyebarkan radioaktif tinggi yang membahayakan manusia.

Akibat bencana dan krisis nuklir itu, partai berkuasa di Jepang berniat mengakhiri produksi pembangkit listrik tenaga nuklir pada 2030.
Ini merupakan tantangan bagi negara kepulauan itu untuk menemukan lahan dan membangun lokasi pembangkit listrik yang baru.

ALQURAN, SAINS DAN ALAM SEMESTA


 Al-Qur’an selalu merujuk kepada (banyak) alam semesta atau ‘alamin, di mana sains saat ini baru menghasilkan satu hipotesis dan model tentang multiple universes. Seruan al-Qur’an tentang kebenaran sangat universal – timeless and spaceless – dialamatkan kepada seluruh manusia dan golongan jin. Kadang-kadang al-Qur’an menyebutkan makhluk yang ada di (banyak) bumi dan di (banyak) langit-yang bermakna segenap makhluk yang telah diketahui maupun yang belum diketahui. Barangkali ia adalah satu-satunya kitab suci yang seruannya ditujukan kepada manusia dan makhluk alam gaib (jin). Kritikus al-Qur’an mengatakan, “Mengapa tidak sekalian saja dialamatkan kepada iblis, atau evil?” Kritikus itu lupa atau tidak mengetahui bahwa iblis dan setan adalah salah satu ras dari golongan jin.

 Al-Qur’an adalah Kebijakan Abadi

Setiap ayat, bahkan jumlah ayat atau kata, dan nama surat merupakan kebijakan abadi. Ia mempunyai beberapa lapisan pengertian, sesuai dengan tingkat ilmu pengetahuan manusia yang membacanya.
Kita lihat, misalnya, salah satu ayat dari Surat ar-Rahman, yang membahas tentang air;

“Dia membiarkan kedua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing”. (Qs Ar-Rahman : 19-20)

Sedikit penafsir yang mengartikan ini adalah tanah genting yang tidak terlihat. Penafsir lainnya menyebutkan bahwa air tawar di sungai dan air asin di lautan bertemu namun tidak saling melampaui karena perbedaan kepekatannya. Sampai di sini terjemahan belum bermasalah. Keterangan lebih lanjut:
Fenomena menarik adalah apa yang diungkapkan oleh seorang ilmuwan Prancis Jacques Yves Cousteau yang meneliti berbagai lautan di dekat Selat Jibraltar, ditemukan bahwa pertemuan antara air dari Laut Mediteranian (Laut Tengah) dengan air dari Lautan Atlantik tidak bercampur, walaupun keduanya air asin. Salinitas yang berbeda menghasilkan “dam” yang tidak terlihat. Air Laut Tengah dengan salinitas di atas 36,5% dan temperatur sekitar 11,5 derajat Celsius, terisolasi di kedalaman 900 sampai 1100 meter. Sedangkan air yang berasal dari Lautan Atlantik mempunyai salinitas di bawah 35%, membungkus air Laut Tengah dengan temperatur di bawah 10 derajat Celsius.
Melanjutkan QS. Ar Rahman 19-20 diatas tadi, berikutnya adalah fenomena menarik tentang pembentukan mutiara.

“Dari keduanya keluar mutiara dan marjan” (Qs Ar-Rahman : 22)

Para penerjemah dua puluh tahun yang lalu, dengan satu atau dua pengecualian, menerjemahkan “marjan” dengan “batu koral”. Padahal mayoritas ahli tafsir mengartikan dengan marjan, yang mengandung mutiara kecil yang lebih berkilau. Tetapi ahli tafsir modern, misalnya Sayyid Quthb, berbicara tentang “batu koral”. Disadari bahwa banyak ahli tafsir yang menghadapi persoalan dengan ayat ini. Menurut pengetahuan mereka pada waktu itu, mutiara hanya datang dari air laut. Padahal ayat ini barangkali menjelaskan bahwa mutiara bisa terbentuk baik di dalam air laut maupun air tawar. Bagaimana bisa? Abu Ubaidah, seorang penulis terdahulu, sangat yakin bahwa mutiara hanya datang dari air laut, sehingga ia mencoba berkelit untuk menafsirkan ayat tersebut dengan sesuatu yang lain. Maka ia menulis, “Mutiara hanya datang dari salah satu nya”.
Tetapi kini telah diketahui bahwa mutiara bisa terbentuk di dalam air tawar. Encyclopedia Britannica, Micropaedia 1977, menulis bahwa di sungai-sungai rimba Bavaria (Eropa) mutiara dibudidayakan. Bahkan budidaya mutiara air tawar di Cina telah dikenal sejak sebelum tahun 1000 SM.
Dengan demikian, pernyataan al-Qur’an dalam surat ini sesuai dengan arti harfiahnya, tanpa memerlukan penafsiran yang dipaksakan.

Apakah pembaca akan berhenti sampai di sini?

Kita beralih ke ayat al-Qur’an yang pembahasannya memerlukan pengetahuan astrofisika, gabungan astronomi, fisika dan matematika, yaitu Surat an-Nur atau yang berarti cahaya.

“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat), yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs An-Nur : 35).

Esensi ayat ini adalah bahwa Tuhan adalah (satu-satunya) pemberi cahaya di alam semesta tanpa sentuhan api. Namun menyangkut perumpamaan, mufasir klasik menghadapi kesulitan untuk menjelaskan lebih rinci.

Dengan beberapa pengecualian mereka akan menjelaskan bahwa misykat , atau suatu lubang yang tidak dapat ditembus, adalah lubang di rumah-rumah untuk tempat lampu obor, yang ada di dinding rumah. Sedangkan pohon (zaitun) yang dimaksud adalah pohon (zaitun) yang tumbuh di bukit-bukit, sehingga sinar matahari dapat menyinari, baik pada saat matahari terbit maupun matahari terbenam.
Mufasir modern, seperti Malik Ben Nabi, menjelaskan bahwa misykat adalah lampu bohlam:
Pohon yang dimaksud adalah kawat wolfram yang berpijar karena efek listrik tanpa disentuh api, dibungkus gelas kaca, untuk memantulkan seluruh sinarnya ke segala arah sehingga dapat menerangi seluruh ruangan. Lampu bohlam adalah sekat yang tak dapat ditembus, karena hampa udara, tidak ada oksigen di sana.

Tetapi, dalam studi yang lebih mendalam tentang cahaya di langit oleh para astrofisikawan, misalnya Mohamed Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything, perumpamaan ayat tersebut lebih mendekati kepada fenomena quasar dan gravitasi efek lensa yang menghasilkan cahaya di atas cahaya. Quasar atau Quasi Stellar adalah objek di langit yang ditemukan pertama kalinya pada tahun 1963. Mereka mewakili objek yang paling terang di alam semesta, jauh lebih terang dari cahaya matahari atau bintang. Para astronom menemukan bahwa objek “seperti bintang’ ini terletak miliaran tahun cahaya dari bumi. Objek ini tentunya mempunyai energi yang besarnya sangat luar biasa supaya tetap terlihat dari sini. Energi mereka berasal dari “pusat lubang hitam yang sangat masif”. Karakter pertama dari ayat ini yaitu misykat adalah “lubang hitam”, sedangkan karakter kedua yaitu “pelita dalam kaca” adalah galaksi yang menghasilkan efek gravitasi lensa seperti quasar (pelita) yang terbungkus oleh kaca (gelas). Coba simak keterangan quasar oleh astronom NASA.

“Efek gravitasi pada galaksi, quasar yang jauh, serupa dengan efek lensa sebuah gelas minum yang memantulkan sinar lampu jalan yang menciptakan berbagai image (lapisan cahaya atas cahaya)”
Energi quasar yang berasal (dicatu) dari lubang hitam, terjadi ketika “bintang-bintang dan gas” dari galaksi terhisap di dalamnya. Karakter lainnya yang disebut “pohon” oleh al-Qur’an adalah sebutan yang tidak lazim oleh para astronom yang menggambarkan galaksi sebagai “pohon-pohon” yang terdiri dari bintang-bintang. Lihat saja istilah diagram Hertzprung�Russel, dalam buku Timothy Ferris, The Whole Shebang, 1997.

Barangkali, karakter lainnya yang menarik dari ayat di atas adalah pernyataan “diterangi tanpa tersentuh oleh api”, suatu fenomena fusi nuklir yang menghasilkan cahaya yang sangat terang, di mana di ruang angkasa nyaris tidak ada oksigen untuk pembakaran. Bintang-bintang memulai hidupnya dengan unsur kimia yang paling ringan, yakni hidrogen. Gas berkontraksi, karena gravitasi, memanas; atom hidrogen bertumbukan dan membentuk helium, unsur yang lebih berat, ketika mengeluarkan energinya. Energi inilah yang membuat objek “bintang- bintang” bersinar tanpa “disentuh api’, energi ini juga yang memelihara keseimbangan posisi bintang-bintang di alam semesta. Sepanjang pengetahuan manusia yang ada sekarang, fenomena quasar inilah yang paling tepat untuk menggambarkan ayat di atas. Terlebih lagi perumpamaan dalam ayat tersebut: “seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara”. Bahkan aslinya lebih terang dari sinar bintang, dan memang seperti “mutiara” bila kita lihat dari foto-foto NASA yang ada, gemerlapan, sangat menawan.
Dengan demikian, terjemahan bebas ayat 35 Surat an-Nur dari sisi sains adalah:
“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang (hitam) yang tak tembus (misykat), yang di dalamnya ada pelita besar (quasar). Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca (efek gravitasi lensa dari galaksi) itu seakan- akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan pohon (galaksi yang dicatu oleh lubang hitam) yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon (galaksi) yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (fusi nuklir) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (efek gravitasi lensa), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Antisipasi ke Depan atau Catatan Sebelumnya

Al-Qur’an dalam pengajarannya bukan saja dengan kalimat (teks) tetapi juga dengan hitungan, hitungan yang membahas berbagai hal. Perbandingan luas lautan dengan daratan, kecepatan cahaya, dan umur alam semesta: berdasarkan informasi-informasi yang disajikan oleh ayat-ayat al-Qur’an. Bila al-Qur’an seolah-olah mengantisipasi ke masa depan, itu adalah semata-mata perspektif manusia. Sebab dalam pandangan al-Qur’an, semua kejadian di bumi, sesungguhnya telah tercatat dengan baik di dalam Kitab Utama, Pusat Arsip, atau Lauh Mahfuzh, sebelum kejadian tersebut berlangsung.

Umur Alam Semesta

Secara ringkas, umur elemen kimia dapat diperkirakan berdasarkan uji radio aktif terhadap atom tersebut. Dan umumnya dapat ditentukan dengan menggunakan uji contoh batu-batuan, yaitu dengan mengukur perubahan elemen berat seperti Rubidium Rb-87. Bila uji Rubidium ini diterapkan atas batuan yang tertua di bumi akan didapatkan bahwa batuan tertua berumur 3,8 miliar tahun. Jika diterapkan atas batuan tertua dari meteor akan didapatkan angka 4,56 miliar tahun. Kesimpulan ini membuktikan bahwa tata surya kita berumur sekitar 4,6 miliar tahun, dengan tingkat kesalahan 100 juta tahun. Sedikit berbeda, bila metode ini digunakan untuk mengukur gas di alam semesta maka akan menyebabkan tingkat variasi yang lebih lebar. Ilmuwan cukup puas mengetahui umur alam semesta sejak Dentuman Besar dengan perhitungan elemen kimia yaitu antara 11-18 miliar tahun.
Mohamed Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything mengatakan bahwa umur alam semesta, berdasarkan penyelidikannya terhadap bintang-bintang tertua, adalah antara 17 sampai 20 miliar tahun. Sedangkan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France menyatakan bahwa umur alam semesta kira-kira 18 miliar tahun.

Dalam al-Qur’an ada dua ayat yang mengindikasikan perhitungan alam semesta selain makna relativitas waktu, yaitu Surat as-Sajdah (32:5) dan al-Ma’arij (70:4).

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (Qs Al-Ma’arij : 4)

Kita dapat mencatat bahwa al-Qur’an tidak mengatakan “50.000 tahun” waktu bumi. Karena waktu ini adalah waktu relatif di suatu tempat di langit, di mana satu hari sama dengan 1000 tahun waktu bumi. Hari relatif tersebut merupakan umur alam semesta di mana sistem tata surya manusia (kita) berada.

Mari kita konversikan waktu relatif alam semesta:
50.000 x 365,2422 = 18.262.110

Satu hari relatif di “satu tempat” di alam semesta, di tempat malaikat melaporkan urusannya, sama dengan 1000 tahun di bumi:
18.262.110 x 1000 = 18.262.211.000 tahun atau 18,26 miliar tahun.

Dengan demikian, umur alam semesta relatif adalah 18,26 miliar tahun. Hasilnya hampir sama dengan perhitungan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France tersebut di atas.
NASA memperkirakan umur alam semesta antara 12-18 miliar tahun berdasarkan pengukuran seberapa cepat alam semesta kita ini ekspansi setelah terjadinya “Dentuman Besar”
Dr. Marshall Joy dan Dr. John Carlstrom dari Universitas Chicago (tim NASA) telah mampu mengatasi masalah pengukuran kecepatan ekspansi alam semesta dengan teknik terbaru, yaitu menggunakan radio interferometer untuk menyelidiki dan mengukur fluktuasi Cosmic Microwave Background Radiation (CMBR). Dengan demikian, umur alam semesta dapat diperkirakan. Sedangkan tim NASA lainnya memperkirakan umur alam semesta antara 8-12 miliar tahun berdasarkan pengukuran jarak galaksi “M100″ dengan teleskop ruang angkasa Hubble. Galaksi tersebut diperkirakan berjarak 56 juta tahun cahaya dari bumi. Namun demikian, pengukuran umur alam semesta ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin alam semesta umurnya lebih muda, padahal salah satu bintang di Bima Sakti mungkin umurnya jauh lebih tua dari perkiraan tersebut?

Metonic Cycle

Pembaca telah mendapatkan pengetahuan bahwa kata-kata dalam al-Qur’an mempunyai makna yang bertingkat. Beberapa kata mempunyai arti langsung, tetapi yang lain tidak, atau belum tentu. Misalnya saja, kata yang berarti bulan adalah syahr, dalam al-Qur’an disebutkan sebanyak 12 kali. Ini sesuai dengan 12 bulan dalam 1 tahun. Sedangkan kata yang berarti hari adalah yaum, yang disebutkan 365 kali dalam al-Qui an. Ini juga sesuai bahwa 1 tahun rata-rata sama dengan 365 hari. Tetapi kata yang berarti tahun, yaitu sanah disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 19 kali! Bagaimana kita memahaminya?

Terima kasih kepada cabang pengetahuan astronomi. Angka 19 atau 19 tahun adalah satu periode di mana posisi relatif bumi dan bulan kembali ke posisi semula secara berulang setelah 19 tahun kemudian. Siklus ini ditemukan oleh Meton orang Yunani dan disebut Metonic cycle.

“Jika sekarang tanggal 20 Maret tahun 2000, dan bulan purnama terlihat pada posisi dekat bintang Virgo, kapan kita dapat melihat bulan purnama pada posisi yang sama?”

“Jawabnya bukan bulan depan atau tahun depan, tetapi tanggal 20 Maret tahun 2019, 19 tahun kemudian.”

Mengapa 19 tahun? Karena fase Tahun Matahari dan Tahun Bulan akan bertemu tepat pada siklus yang ke-19, di mana 235 bulan Kalender Bulan tepat sama dengan siklus 19 tahun berdasarkan Kalender Matahari. (29,53 hari x 235 kira-kira sama dengan 365,24 hari x 19). Meton dari Athena pada tahun 440 SM mengetahui bahwa 235 bulan berdasarkan Kalender Bulan sama dengan 19 tahun Kalender Matahari. Oleh karena itu, siklus ini dikenal dengan siklus Meton, dan merupakan basis perhitungan kalender di Yunani sampai Kalender Julius Caesar diperkenalkan pada tahun 46 SM. Bagi kaum Muslim, menggunakan Kalender Bulan karena sesuai dengan kebutuhan untuk perhitungan bulan Ramadhan, bulan Haji, dan peristiwa-peristiwa Islam lainnya. Namun sebelumnya, Kalender Bulan ini dipergunakan juga oleh kaum Yahudi, bangsa Babilonia, dan Cina.

Dengan demikian, jumlah penyebutan kata-kata tertentu dalam al-Qur’an mempunyai, makna yang sangat dalam, dan baru dapat diketahui oleh pembaca jika ia mempunyai pengetahuan dan sains yang cukup luas.

Dengan demikian, jumlah penyebutan kata-kata tertentu dalam al-Qur’an mempunyai makna yang sangat dalam dan baru dapat diketahui oleh pembaca jika ia mempunyai pengetahuan dan sains yang cukup luas.

Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).“ (Qs. Al Baqarah : 269)

YANG BIKIN INDONESIA WOW DI TAHUN 2012



 Apa yang membuat Indonesia bisa dikatakan "wow"? Salah satunya adalah temuan, inovasi, ataupun keterlibatan ilmuwan Indonesia dalam penelitian yang hasilnya diakui dunia internasional.

Tahun 2012 ini, beberapa ilmuwan Indonesia berhasil memberikan sumbangan terbaik dalam ilmu pengetahuan. Setidaknya, ada empat temuan, inovasi, dan keterlibatan ilmuwan Indonesia yang membanggakan. Apa saja?

Temuan Tata Surya Tertua

Astronom Indonesia yang sempat berkarya lebih dari 10 tahun di Max Planck Institute for Astronomy, Heidelberg, Jerman, Johny Setiawan, menemukan tata surya tertua, berusia 12,8 miliar tahun, hanya 900 juta tahun lebih muda dari Big Bang.

Induk tata surya tersebut adalah bintang bernama HIP 11952 atau Sannatana (bahasa Sansekerta, berarti purba). Tata surya tersebut diketahui memiliki dua planet, masing-masing dinamai HIP 11952 b dan HIP 11952 c. Kedua planet adalah jenis planet gas raksasa.
Tata surya ini bisa dikatakan anomali. Kandungan logam pada bintang induk tata surya ini hanya 1 persen kandungan logam Matahari. Anggapan selama ini hanya bintang dengan kandungan logam tinggi yang bisa memiliki planet. Temuan ini menunjukkan planet yang mengorbit bintang miskin logam mungkin umum.

UAV Terbesar di Asia Berhasil Terbang Perdana

UAV terbesar di Asia, Josaphat Laboratory Large Scale Experimental Unmanned Aerial Vehicle (JX-1), berhasil dikembangkan oleh ilmuwan Indonesia, Josaphat tetuko Sri Sumantyo. Pengembangan dilakukan di Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL), Chiba University, Jepang.

JX-1 memiliki keunggulan sebab ukurannya sebesar 6 meter dan punya payload sensor hingga 30 kg. Ruang besar pada UAV dipersiapkan untuk menampung beragam macam sensor. JX-1 juga unggul sebab dirancang tembus gelombang mikro dengan material badan pesawat berkarakteristik mendekati udara.

UAV ini berhasil diterbangkan perdana pada 7 Juni 2012 di Fujikawa Airfield. UAV ini nantinya akan menjadi tulang punggung riset penginderaan jauh. Malaysia dan Jepang sudah meminati teknologi ini.

Ilmuwan Indonesia Memburu Partikel Tuhan

Salah satu lompatan terbesar dalam fisika partikel pada tahun 2012 adalah penemuan partikel yang "mirip" Higgs Boson (partikel Tuhan). Penemuan oleh Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) ini diumumkan pada 4 Juli 2012 di Jenewa, Swiss.

Ilmuwan Indonesia, Suharyo Sumowidagdo, ternyata juga terlibat perburuan Higgs Boson. Ia terlibat dalam pengoperasian dan pemeliharaan detektor muon pada eksperimen Compact Muon Solenoid (CMS), salah satu eksperimen CERN untuk membuktikan eksistensi Higgs Boson.

Haryo adalah satu di antara segelintir fisikawan Indonesia yang menekuni fisika eksperimental. Lain dengan fisika teoretik, fisika eksperimental berupaya mencari keberadaan suatu partikel yang sudah dirumuskan dalam suatu teori.

Bayi Badak Sumatera "Andatu" Lahir
Indonesia punya prestasi dalam pembiakan badak Sumatera pada tahun 2012. Badak Sumatera bernama Andatu akhirnya berhasil dilahirkan dari pasangan badak jantan asal Kebun Binatang Cincinati, Andalas, dan badak Sumatera betina di Lampung, Ratu.

Keberhasilan pembiakan badak Sumatera telah ditunggu dunia selama 124 tahun. Badak Andalas selanjutnya akan dikawinkan lagi dengan dua badak betina lainnya. Keberhasilan konservasi badak Jawa selanjutnya ditunggu.


Indonesia Nenek Moyang Penduduk Madagaskar
Hasil studi Murray Coz dari Massey university di Selandia Baru mengungkap bahwa perempuan Indonesia adalah nenek moyang penduduk Madagaskar. Studi dipublikasikan di jurnal Proceeding of the Royal Society B, 21 Maret 2012.

Kesimpulan diperoleh berdasarkan hasil studi DNA dari 2.745 orang Indonesia dari 12 kepulauan serta 266 etnis Malagasi. Data dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Indonesia turut mendukung studi ini.

Sejak lama, Indonesia diduga memiliki keterkaitan dengan Madagaskar. Dari sisi bahasa, bahasa Madagaskar mirip dengan bahasa Dayak Ma'anyan. Temuan ini membuat proses kolonisasi Madagaskar perlu dipikirkan kembali.

CARA MUDAH MELIHAT RASI BINTANG

 Ada cara mudah untuk melihat rasi bintang tersebut. Kita bisa pergi ke planetarium. Tapi sayang di seluruh kota di Indonesia ini hanya beberapa yang memiliki fasilitas planetarium, itu pun harus berkelompok dan antri. Di Surabaya sendiri saya hanya berkesempatan satu kali selama ini berkunjung ke planetarium surabaya. Ketika saya merencanakan kunjungan lagi kesana, saya telah menemukan cara paling mudah untuk melihat rasi bintang dan menemukan posisi zodiak kita di langit agar tidak usah berepot-repot ke planetarium.

Tips komputer kali akan mengupas tentang cara menemukan rasi bintang secara presisi menggunakan bantuan software stellarium yang sangat mudah untuk di operasikan dan digunakan. Karena software ini butuh tampilan yang baik maka sangat saya sarankan menggunakan komputer dengan prosesor dualcore dan VGA minimal 256 MB.

1. Downloadlah software stellarium GRATIS di website ini atau langsung ke link download ini untuk OS windows.
2. Instal di komputer Anda
3. Jalankan program stellarium
4. Setting kota dimana Anda tinggal karena posisi bintang di waktu yang Anda inginkan akan ditampilkan presisi di tempatnya
5. Gunakan fasilitas search untuk mencari bintang atau planet maupun zodiak yang Anda ingin lihat. Sip dah!

ADA DANAU DI PLANET MARS

Peneliti Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) menemukan adanya danau di Planet Mars. Keberadaan danau bisa menjadi petunjuk adanya kehidupan di planet merah tersebut.

Danau ditemukan dengan analisis data dari wahana Mars Reconaissance Orbiter (MRO). Hasil analisis mengungkap adanya mineral karbonat dan tanah liat yang biasanya terbentuk jika ada air. Mineral ditemukan di dasar Kawah McLaughlin yang memiliki kedalaman 2,2 km.

"Hasil observasi baru ini menunjukkan adanya formasi karbonat dan tanah liat di danau yang (diduga pernah) disuplai oleh air tanah di dalam cekungan kawah yang tertutup," demikian dinyatakan NASA dalam publikasinya di jurnal Nature Geoscience, Senin (21/1/2013).

"Beberapa peneliti berpendapat, interior kawah menerima air. Area di bawah tanah Mars yang menyuplai air bisa jadi merupakan lingkungan yang basah dan habitat potensial untuk mendukung kehidupan," demikian dinyatakan NASA seperti dikutip AFP, Senin kemarin.

"Observasi terakhir ini memberikan bukti terbaik bahwa karbonat terbentuk di dalam lingkungan danau, bukan berasal dari lingkungan luar kawah," ungkap Joseph Michalski, pimpinan tim riset ini.Peneliti menduga bahwa danau tersebut disuplai dari bawah tanah sebab tak ada saluran yang menghubungkannya dengan wilayah luar. Danau tersebut memiliki diameter 92 km dan terdapat di dataran rendah.

"Penemuan ini menjadi indikasi bahwa Mars lebih kompleks dari yang diduga dengan beberapa area lebih menyuguhkan tanda-tanda kehidupan dibandingkan lainnya," kata Rick Zurek, peneliti dari Jet Propulsion Laboratory NASA.

TEKA TEKI PLANET BERORBIT TERBALIK

Planet umumnya mengorbit bintang searah dengan arah perputaran bintangnya. Namun, beberapa planet berbeda, mengorbit dengan arah berlawanan. Planet tersebut disebut planet retrograde atau planet berorbit terbalik.

Salah satu planet retrograde adalah planet HAT-P-7b yang mengorbit bintang berjarak 1.040 tahun cahaya di konstelasi Cygnus. Planet tersebut ditemukan pada tahun 2008. Astronom bertanya-tanya, mengapa planet itu bisa bergerak berlawanan dengan arah bintangnya.

Kini, tim astronom asal Jepang lewat pengamatan dengan Subaru Telescope Facility di Hilo, Hawaii, menemukan sebab terbaliknya orbit HAT-P-7b. Mereka menemukan adanya planet seukuran Jupiter HAT-7c yang mengorbit bintang di dekat bintang induk HAT-P-7b.

"Tim peneliti berpikir bahwa adanya bintang tetangga dan planet lain berperan dalam membentuk dan mempertahankan orbit planet dalam (HAT-P-7b) yang terbalik," jelas pejabat Subaru Telescope Facility seperti dikutip Space, Kamis (24/1/2013).

Menurut tim astronom, HAT-P-tc terletak di antara planet berorbit terbalik HAT-P-7b dan bintang yang baru saja ditemukan. Bintang dan planet yang baru saja ditemukan memengaruhi orbit planet HAT-P-7b.

Studi ini dipimpin Norio Narita, Yasuhiro Takahashi, Masayuki Kuzuhara, dan Teruyuki Hirano dari National Astronomical Observatory of Japan dan University of Tokyo. Kesimpulan yang didapatkan, efek gravitasi ganda bisa memengaruhi terbentuknya planet berorbit terbalik. 

Ini Dia Alasan Pengumuman CPNS Bidan PTT Belum Keluar

‎ Mungkin kebanyakan dari para Bidan PTT yang sudah mengikuti ujian kompetensi dasar TKD pada ujian seleksi CPNS dari Dokter gigi PTT...