Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Ini Dia Alasan Pengumuman CPNS Bidan PTT Belum Keluar



Mungkin kebanyakan dari para Bidan PTT yang sudah mengikuti ujian kompetensi dasar TKD pada ujian seleksi CPNS dari Dokter gigi PTT dan Bidan PTT pada bulan Juli kemarin berharap hasil ujiannya keluar tanggal 9 September 2016 kemarin. Tapi hasilnya sampai tanggal 10 September belum keluar.

Seperti kita tau penundaan pengumuman CPNS Kemenkes dari PTT ini ditunda kesekiankalinya. Harapan mereka pun pupus saat menunggu Pengumuman CPNS Bidan PTT belum juga keluar.

Keluarnya ‎Surat MenPAN-RB No: B/3038/M.PAN-RB/09/2016 ‎berisi permintaan penundaan pengumuman tes kompetensi bidan dan dokter PTT Kemenkes, dibenarkan Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) KemenPAN-RB Herman Suryatman.

Dikatakan Herman, surat tertanggal 7 September yang diteken SemenPAN-RB Dwi Wahyu Atmaji mengatasnamakan MenPAN-RB, itu memang dilayangkan menjawab surat permohonan Menkes.

"Jadi Menkesnya minta hasil seleksinya serta rincian formasi jabatannya. Tapi diminta diundur sampai ada hasil keputusan rapat," kata Herman kepada JPNN, Jumat (9/9).

Menurut Herman, permintaan penundaan baru kali ini dilayangkan KemenPAN-RB, sebelumnya tidak pernah. 

Awalnya pengumuman tes CPNS bidan dan dokter PTT Kemenkes 18 Agustus, kemudian diundur 26 Agustus. Dan ditunda lagi pada 9 September.

"‎Surat SesmenPAN-RB perihal hasil seleksi TKD dari PTT kemenkes tahun 2016, yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan benar. Penundaan pengumuman dikarenakan masih menunggu jadwal rapat terbatas untuk membahas peserta seleksi yang usianya di atas 35 tahun," paparnya.

Dalam seleksi Juli-Agustus, KemenPAN-RB sudah menetapkan izin prinsip untuk 39 ribu bidan PTT usia di bawah 35 tahun. 

Namun ternyata ‎dalam seleksi TKD, bidan PTT berusia di atas 35 tahun juga ikut.

Sumber : www.jpnn.com

KUMPULAN CONTOH JUDUL SKRIPSI KEBIDANAN

Bagi sobat yang kuliah di kebidanan, ini ada beberapa contoh judul skripsi/kti kebidanan. Semoga bisa bermanfaat sebagai acuan untuk merencanakan penyusunan skripsi/kti.

Gambaran Pengetahuan Wanita Pasangan Usia Subur Tentang Pemeriksaan Pap Smear Di Desa Wonorejo Kecamatan XX.
Pengaruh Kehamilan Usia Remaja Terhadap Durasi Proses Persalinan Kala I Dan II Di Wilayah Kerja Puskesmas XX
Gambaran Penurunan Libido Pada Akseptor KB Suntik 3 Bulanan Di Desa XX
Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Peminatan Metode KB AKDR Di Desa XX
Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Desa XX
 Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Makanan Bergizi di Desa XX.
Perbedaan Perkembangan Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) Antara Ibu Bekerja Dan Tidak Bekerja di Posyandu XX.
Gambaran Pertumbuhan Berat Badan Dan Panjang Badan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang Diberi ASI Saja dan Yang Diberi Makanan Tambahan
Sikap Ibu Hamil Terhadap Pelaksanaan Program Imunisasi Dasar Di Desa XX
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Trimester III Tentang Inisiasi Menyusu Dini Di Polindes XX
Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Perilaku Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Desa XX
Perilaku keluarga dalam mencegah dan melakukan penanganan dini penyakit diare di rumah pada anak yang dirawat di Irna XX
Keberhasilan kontrasepsi KB Suntik dalam perencanaan kehamilan pada ibu di desa XX
Gambaran Fungsi Intelektual Lansia Di Posyandu Lansia Desa XX
Gambaran Motivasi Akseptor KB dalam Memilih Metode Kontrasepsi IUD di Desa XX
Gambaran Pemenuhan Kebutuhan Tidur Pada Anak Yang Terpasang Infus di RS XXX
Gambaran Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga Pada Lansia di Desa XX
Analisis Perbedaan Berat Badan Sebelum Dan Sesudah Menggunakan KB Suntik Di BPS XX
Pengaruh Latihan Gerak Pinggul (Stretching) Terhadap Tingkat Nyeri Punggung Bawah Pada Lansia (Studi di Sanggar Senam Bagas Desa XX)
Pengetahuan Ibu Tentang Cara Memeberikan ASI yang Baik pada Balita Usia 0 – 18 Bulan
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Diare Pada Anak Di Rumah Dengan Derajad Dehidrasi Pada Anak Diare Di RSX
Sikap Perawat Tentang Pemenuhan Kebutuhan Bermain Pada Anak Usia Prasekolah
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Minat Lansia Terhadap Posyandu Lansia
Perubahan aktivitas seksual pada manusia lanjut usia (lansia)
Hubungan tingkat pengetahuan informasi prabedah dengan tingkat kecemasan pasien praoperasi
Pengaruh Pendampingan Suami Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Selama Proses Persalinan Normal di Ruang Bersalin RSX
Hubungan Pola Perilaku Makan Ibu Post Partum dengan proses Penyembuhan Luka Episiotomi di Puskesmas XXX
Hubungan Peran Keluarga Dalam Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah
Pengaturan diet pada lansia dengan hipertensi di Desa XX
Hubungan Berat Badan Lahir Dengan Rupture Perineum Persalinan Normal Pada Primigravida Di BPS XXX
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keenganan Akseptor Kb Untuk Menggunakan Alat Kontrasepsi Iud Di Puskesmas X
Analisa Senam Hamil Pada Ibu Hamil Di Kelas Ibu Di Posyandu X
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Ibu Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Implant Di Desa X
Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Bps X
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Vitamin A Pada Bayi Oleh Kader Di Posyandu Wilayah Puskesmas X
Pengetahuan Remaja Awal (11-13 Tahun) Tentang Pengertian Dan Perubahan Fisik Pubertas Di Smp X
Karakteristik Ibu Yang Memeriksakan Pap Smear Di Rumah Sakit X
Gambaran Penyapihan Anak Kurang Dari 2 Tahun Di Desa X
Hubungan-pengetahuan-dengan-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs-masyarakat-desa-xx
Pengetahuan Ibu Primigravida Tentang Kehamilan Di Rb X
Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Pada Siswa Kelas Ii Sma Negeri X
Gambaran Penatalaksanaan Cara Memandikan Neonatus 0-7 Hari Terhadap Ibu Nifas Di Bps X
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Dalam Kehamilan Di Bps X
Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses Pertolongan Persalinan Di Klinik X
Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas Di Bps Wilayah Kerja X
Karakteristik Ibu Hamil Yang Mengkonsumsi Tablet Fe Di Kelurahan X
Gambaran Rendahnya Cakupan Penimbangan Balita Di Posyandu X
Pengetahuan Dan Aplikasi Mahasiswi Tingkat Ii Akbid Xxxxxxxxx Tentang Partograf
Gambaran Pengetahuan Primipara Terhadap Perkembangan Bayi 0-1 Tahun Di Kelurahan X
Hubungan antara pengetahuan remaja tentang perubahan fisik pubertas dengan penyimpangan perilaku seksual di SMP X
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Keputihan Di Desa X
Hubungan Pengetahuan Tentang Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan dengan Sikap Ibu Hamil Terhadap Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Desa XX
Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien Antara Penerapan Metode Penugasan Keperawatan Tim Dan Penerapan Metode Penugasan Fungsional
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Perilaku Resiko Tinggi Tertular Virus HIV/AIDS di SMU Negeri X
Hubungan Antara Motivasi Menjadi Perawat Dengan Prestasi Belajar Pada Mata Kuliah Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan
Pengaruh Aktifitas Fisik Terhadap Stabilitas Tekanan Darah Pada Lansia
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Tentang Cara Mengatasi Mual Muntah Pada Kehamilan Di Poli Hamil RSX
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Abortus Pada Ibu Hamil di RSUD X
Gambaran Faktor Internal yang Mempengaruhi Ibu untuk Memilih Bersalin ke Dukun
Gambaran Sikap Dukun Bayi Dalam Pertolongan Persalinan Yang Benar Di Wilayah Puskesmas XX
Kemampuan koping terhadap tingkat kecemasan pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa
Pengaruh strategi koping terhadap respon psikologis (penolakan, marah, tawar menawar, depresi, menerima) penderita HIV positif
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Primigravida tentang cara Penanganan Ketidaknyamanan pada Kehamilan Trimester I
Gambaran sikap masyarakat terhadap program Desa Siaga
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keengganan suami dalam pemakaian kontrasepsi Metode Operative Pria (MOP)
Hubungan pola pemberian makanan dengan pertumbuhan anak usia 3 – 5 tahun
Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi
Karakteristik ibu menyusui yang tidak memberikan ASI eksklusif di Puskesmas XX
Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya WUS Dalam Melakukan Deteksi Dini Ca Cervik Dengan Pemeriksaan IVA
Hubungan praktik penyapihan dengan kejadian diare pada anak usia 1-2 tahun di Puskesmas.
Pengaruh Pemakaian Kontrasepsi Implant Terhadap Keteraturan Siklus Menstruasi
Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Anak Usia 0-3 Tahun
Hubungan antara pengetahuan dengan sikap dukun terhadap Program Kemitraan Bidan dan Dukun
Efektifitas Pemberian Elemen Penghangat Cairan Intravena Dalam Menurunkan Gejala Hipotermi Pasca Bedah (Studi Pada Pasien Pasca Bedah Sectio Caesar di RSX).
Pengaruh Stimulasi Kutaneus: Slow-Stroke Back Massage Terhadap Intensitas Nyeri Osteoartritis Pada Lansia Di Panti Werdha XX
Hubungan antara penguasaan mata kuliah inti kebidanan dengan sikap terhadap profesi bidan di STIKes
Hubungan Pengetahuan Tentang Efek Rokok Bagi Kesehatan Dengan Sikap Remaja Terhadap Rokok Di SMK XX
Peranserta Kader Kesehatan Dalam Kegiatan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Posyandu Desa XX

KUMPULAN CONTOH JUDUL SKRIPSI KEDOKTERAN

Bagi teman-teman mahasiswa kedokteran, ini ada hadiah kumpulan contoh skripsi kedokteran. Untuk studi kasusnya sobat ganti sesuai daerah yang sobat mau teliti.

Standar Pelayanan RSGM yang diukur melalui kepatuhan prosedur kerja yang diterapkan oleh RSGM FKG Universitas

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Perilaku Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan Di Puskesmas Rawat Inap

Studi Komparasi Perkembangan Anak Usia Toddler pada Anak yang Lahir Prematur dan yang Lahir Aterm.

Efektivitas Tindakan Penghisapan Sekresi Endotrakeal Terhadap Pencegahan Resiko Terjadinya Pneumonia Pada Klien Dengan Ventilator Mekanik

Keluhan Xerostomia (Mulut Kering) Ditinjau Dari Penyebab Dan Penanggulangannya

Perbedaan Kecepatan Penyembuhan Luka Bersih Antara Penggunaan Lendir Bekicot (Achatina Fulica) Dengan Povidone Iodine 10% Dalam Perawatan Luka Bersih Pada Marmut (Cavia Porcellus)


Pengaruh Pemberian Jenis Susu Berkalsium Tinggi Dan Susu Segar Pada Kadar Kalsium Darah Dan Kepadatan Tulang Remaja Pria

Perbedaan Percepatan Pemulihan Ikterus Neonatorum Fisiologis Pada Bayi Yang Mendapat ASI Dengan Bayi Yang Mendapat PASI

Pengaruh Pemberian Lavement dan Obat Pencahar Terhadap Kecepatan Proses Persalinan

Hubungan faktor-faktor kader posyandu, aparat desa, tokoh masyarakat, Bidan dengan keberhasilan posyandu

Perbedaan Pengaruh Perawatan Luka Menggunakan Povidone Iodine, Eusol dan Daun Sirih Terhadap Penyembuhan Luka Perineu


Pengaruh Pemberian Coklat Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan


Hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, dan kesehatan ibu menyusui dengan lamanya menyusui pada anak usia 2 tahun

Hubungan  Asupan Gizi, Aktifitas Fisik dan Psikis Ibu dengan His Pada Ibu Bersalin

Hubungan Antara Umur Saat Pemberian Kontrasepsi, Pola Makan, Faktor Genetik Dan Pola Aktivitas Dengan Efek Samping Pada Akseptor KB Suntik 3 Bulanan


Hubungan Riwayat Kesehatan Ibu, Hemoglobin Ibu dan Status Gizi Ibu dengan Berat Badan Lahir Rendah

Pengaruh mengkonsumsi daun katuk, susu formula dan susu kedelai terhadap kelancaran pengeluaran ASI


Hubungan Antara Umur Saat Pemberian Kontrasepsi, Lama Pemberian Kontrasepsi Dan Keharmonisan Hubungan Dengan Suami Dengan Penurunan Libido Pada Akseptor Kb Suntik 3 Bulanan


Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak usia 24 bulan


Hubungan usia, status pernikahan, kondisi suami dan kondisi ibu dengan terjadinya perubahan pada mukosa serviks melalui pemeriksaan IVA


Hubungan Antara Riwayat Kesehatan Ibu Selama Hamil, Kondisi Gizi Bayi Dan Riwayat Kesehatan Anak Dengan Tumbuh Kembang Anak Usia 1 Tahun


Hubungan Antara Kondisi Bayi Baru Lahir, Kondisi Ibu Saat Melahirkan dan Psikis Ibu dengan Waktu Mulainya Inisiasi Menyusu Dini


Pengaruh pemberian vitamin c, vitamin b6, susu formula khusus ibu hamil dengan pengurangan rasa mual akibat mengkonsumsi tablet Fe pada ibu hamil trimester II


Pengaruh perawatan payudara, pijat dukun dan mandi lulur boreh rempah selama hamil terhadap kelancaran ASI


Pengaruh Kondisi Ibu Waktu Hamil, Kondisi Bayi dan Peran Bidan terhadap Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)


Hubungan pola makan, usia, faktor genetic dan psikis ibu dengan terjadinya preeklamsia


Perbedaan pengaruh Senam Nifas, Stretching (Peregangan) Dan Senam Perut Dan Terhadap Pemulihan Kesehatan Pada Ibu Nifas


Hubungan Antara Umur Saat Pemberian Kontrasepsi, Pola Makan, Pola Istirahat dan Pola Aktifitas dengan Peningkatan Berat Badan pada Akseptor KB 1 Bulanan


Hubungan Pengetahuan Ibu, Mitos Tentang ASI, Kondisi Pekerjaan, Dan Produksi ASI Dengan Keberhasilan Pemberian ASI


Hubungan antara kondisi ibu, kondisi bapak dan pamong desa dengan kelengkapan imunisasi pada bayi


Hubungan Antara Pengetahuan Tentang PMS, Kenyamanan Penggunaan Kondom dan Kondisi Keuangan dengan Ketepatan Penggunaan Kondom


Pengaruh Faktor-Faktor Bidan, Pamong Desa dan Dukun terhadap Keberhasilan Program Kemitraan Bidan dan Dukun


Hubungan kondisi psikis masa remaja, kondisi psikis menikah dan kondisi psikis dewasa dengan umur seorang wanita pada saat datangnya masa klimakterium


Pengaruh mengkonsumsi susu formula, susu formula ekstra daun katuk, dan daun katuk saja terhadap kelancaran produksi ASI


Perbedaan Kecepatan Pelepasan Tali Pusat Antara Yang Dirawat Menggunakan Kasa Kering, Ekstraks Plasenta Dan Pengerigan Secara Alami


Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam memberikan susu formula dini pada bayi usia 0-6 bulan


Perbedaan Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun Antara yang Diasuh Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja


Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan bayi (0-6 bulan) yang mendapat MP-ASI dan yang mendapat ASI Ekslusif


Pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat kecemasan Ibu primigravida trimester III


Pengaruh terapi aktivitas gerak fisik terhadap peningkatan Basal Metabolisme Rate pada pasien Diabetes Mellitus


Perbedaan Skala Nyeri Pada Persalinan Normal Pervaginam Kala I Fase Aktif Yang Dilakukan Hypnobirthing dan Tanpa Hypnobirthing Pada Nullipara di Rumah Bersalin XX


Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Pada Ibu Yang Mempunyai Balita Di Posyandu XX


Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Lansia Terhadap Kegiatan Posyandu Lansia di Dusun XX


Hubungan kemampuan koping dengan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di ruang hemodialisa Rumah Sakit


Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia Pra Sekolah di TK XX


Hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar anak (usia 3-5 tahun) di TK


Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Pramenopause Terhadap Perubahan pada Masa Menopause di Kelurahan XX


Hubungan Antara Waktu Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Dengan Involusi Uterus Ibu Postpartum Normal


Pelaksanaan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Desa XX


Pengetahuan Klien Thypus Abdominalis Tentang Bedrest (Tirah Baring)


Semoga bermanfaat, wasalam...

TIPS HIDUP SEHAT

- Menghindari Kebiasaan Yang Tidak
Benar
kegiatan bodoh yang bagi sebagian orang disangka atau dianggap sebagai kegiatan yang keren, macho dan gaul adalah seperti merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, narkotika, zat additif lainnya yang menyebabkan
kecanduan.


Bayangkan saja jika sudah terkena
salah satu aktifitas bodoh di atas
maka seseorang bisa mengeluarkan
banyak uang untuk membeli barang candu tersebut, untuk biaya berobat di
masa depan, membuang banyak waktu
untuk membeli dan mengkonsumsi
barang-barang haram tersebut.

- Jangan Melakukan Hubungan Seks
Bebas (Di Luar Nikah)

Seks memang enak bagi sebagaian
orang. Namun alangkah terhormat dan
terpujinya apabila hubungan sex
tersebut dilakukan dengan penuh
tanggung jawab dan dengan doa restu
dari banyak orang. Kebanyakan ngeseks memang
disepelekan bagi pasangan yang
sudah terbiasa melakukannya ataupun
bagi orang yang mudah terangsang
tanpa iman yang kuat. Dampak akibat
dari pergaulan bebas melakukan seks pranikah yaitu misalnya seperti hamil di
luar nikah dan si laki-laki lari dari
tanggung Jawab, terkena penyakit
menular seperti AIDS yang tak ada
obatnya, dll.

- Jangan Sembarangan Jajan Di Luar

Belilah makanan dan minuman di
tempat yang dapat terjamin
kebersihan atau higienitas makanan
dan minuman tersebut. Hati-hati dan selalu waspada terhadap
apa pun yang akan kita masukkan ke
dalam mulut kita karena bisa saja
minuman atau makanan yang kita beli
dan siap disantap tersebut telah
dicampur dengan zat beracun yang berbahaya seperti arsenik, obat tidur,
racun serangga, racun tikus, pengewet
bukan untuk makanan dan minuman,
dan lain sebagainya. Lihat pula kebersihan tempat serta
pengolahan dan pemilihan bahan baku
makanan dan minuman.

- Jangan Mudah Tergoda Dengan Iklan Iklan di tv, radio, surat kabar, majalah,
sales, dan lain sebagainya Terkadang
produsen pun berbohong demi
mendapatkan keuntungan yang besar
dan bekerjasama dengan oknum
pemerintah agar tutup mulut. Makan-makanan dan minuman yang
bergizi yang disesuaikan dengan
kondisi tubuh, aktivitas serta usia kita.


Makan sebelum lapar dan berhenti
makan sebelum kenyang adalah
kebiasaan yang baik. Jangan pernah lupa dengan empat sehat lima
sempurna yang sering kita dengar dari
dulu kala. Makan dengan asupan gizi
seimbang karena apa yang kita makan
akan merepresentasikan diri kita di
masa yang akan datang.

- Menjaga Kebersihan Diri

Kita Sendiri Perlu diperhatikan dan dijaga dengan
baik karena terkait atau berkaitan erat
dengan penampilan kita di masyarakat
umum. kerapihan dan kebersihan
badan seperti rambut, kuku, wajah,
mata, telinga, kulit, mulut, gigi, tangan, kaki, dll. Dapat memberi efek pada
kesehatan tubuh secara keseluruhan.

- Melakukan Olah Raga Secara Teratur

Berolah raga secara teratur dapat
memacu jantung, pernafasan dan
peredaran darah menjadi lebih baik.
Biasakan berolah raga setiap hari
dengan kegiatan yang ringan seperti
berjalan kaki, senam, fitnes, joging, bersepeda, atau melakukan olah raga
penuh seperti main badminton, sepak
bola, lari maraton, tenis, bola basket,
dan lain sebagainya. Selain olah raga ada juga yang tidak
kalah pentingnya dengan olahraga
yaitu periksa kesehatan berkala
secara teratur ke dokter.

- Menghindari Rasa Stress Dalam Diri
Kamu

Untuk menghindari stress diperlukan
strategi untuk masing-masing individu.
Carilah cara yang terbaik untuk
menghilangkan stress dengan cara
kamu sendiri yang mudah, dapat
dilakukan dimana-mana, murah meriah, sehat, halal, dan enak dilakukan. Contoh: Mendengarkan musik, main
video game, main musik-musik, olah
raga, ngobrol sama teman, sobat
karib, curhat, pacaran sehat, makan,
dan lain sebagainya, dan Tidur yang
cukup.

PARADIGMA KEBIDANAN

Bidandalam bekerja memberikan pelayanan keprofesiannya berpegang pada paradigma, berupa pandangan terhadap manusia / perempuan, lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan / kebidanan dan keturunan.
  • Perempuan
Perempuan sebagimana halnya manusia adalah mahluk bio-psiko-sosio-kultural yang utuh dan unik, mempunyai kebutuhan dasar yang unik, dan bermacam-macam sesuai dengan tingkat perkembangan. Perempuan sebagai penerus generasi, sehingga keberadaan perempuan yang sehat jasmani, rohani, dan sosial sangat diperlukan.

Perempuan sebagai sumber daya insani merupakan pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh keberadaan/kondisi perempuan/Ibu dalam keluarga. Para perempuan di masyarakat adalah penggerak dan pelopor peningkatan kesejahteraan keluarga.
  • Lingkungan
Lingkungan merupakan semua yang terlibat dalam interaksi individu pada waktu melaksanakan aktifitasnya, baik lingkungan fisik, psikososial, biologis maupun budaya. Lingkungan psikososial meliputi keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakat. Ibu selalu terlibat dalam interaksi keluarga, kelompok, komunitas, dan masyarakat.

Masyarakat merupakan kelompok paling penting dan kompleks yang telah dibentuk oleh manusia sebagai lingkungan sosial yang terdiri dari individu, keluarga dan komunitas yang mempunyai tujuan dan sistem nilai.

Perempuan merupakan bagian dari anggota keluarga dari unit komunitas. Keluarga yang dalam fungsinya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan di mana dia berada. Keluarga dapat menunjang kebutuhan sehari-hari dan memberikan dukungan emosional kepada ibu sepanjang siklus kehidupannya. Keadaan sosial ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan lokasi tempat tinggal keluarga sangat menentukan derajat kesehatan reproduksi perempuan.
  • Perilaku
Perilaku merupakan hasil seluruh pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya, yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.
  • Pelayanan Kebidanan
Pelayanan kebidanan adalah bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan olehBidan yang telah terdaftar (teregister) yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi atau rujukan.

Pelayanan Kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga, sesuai dengan kewenangan dalam rangka tercapainya keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Sasaran pelayanan kebidanan adalah individu, keluarga, dan masyarakat yang meliputi upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan pelayanan kebidanan dapat dibedakan menjadi :
  1. Layanan Primer ialah layanan Bidan yang sepenuhnya menjadi anggung jawab Bidan.
  2. Layanan Kolaborasi adalah layanan yang dilakukan oleh Bidan sebagai anggota timyang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu dari sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan.
  3. Layanan Rujukan adalah layanan yang dilakukan oleh Bidan dalam rangka rujukan ke system layanan yang lebih tinggi atau sebaliknya yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Bidan dalam menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan, juga layanan yang dilakukan oleh Bidan ke tempat/ fasilitas pelayanan kesehatan lain secara horizontal maupun vertical atau meningkatkan keamanan dan kesejahteraan ibu serta bayinya.

MANFAAT PROPOLIS DALAM DUNIA KESEHATAN

Propolis adalah Campuran dari sejumlah lilin dan resin yang dikumpulkan oleh lebah madu dari tanaman, yaitu pada bagian bungga dan kuncup daun.Bisa baca di propolis . Dibawah ini adalah Manfaat Propolis dalam dunia kesehatan :

1. PROPOLIS Sebagai antibiotik alami, antiveral dan sekaligus antifugal alami tanpa efek samping

2. Propolis meyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri, Misalnya : thypus, diare / muntaber .Dapat juga untuk bau ketiak
yang sangat mengganggu karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang meyebabkan bau.

3. Propolis meyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan VIRUS, misalnya : demam berdarah, flu TBC dsb .

4. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan Virus, misalnya : eksim,panu,keputihan ketombe dsb

5. Propolis sebagai anti peradangan (infeksi dan luka) , misalnya maag ,luka luar radang tenggorokan,sakit gigi, radang ginjal,luka bakar dsb

6. Propolis sebagai anti kangker dan mutagenesis sel misalnya :kangker Tumor, mium ,kista dsb

7. Propolis berfungsimembersihkan pembuluh darah dan detokfikasi

8. Propolis berfungsi sebagai pembuangan Racun, misalnya asam urat, kolestrol,trigliserin ,darah , diabetes melitus, artheritis dan rematik.

9. Propolis juga penyembuh ajaib bagi peyakit seperti tumor, jantung, dan pembuluh darah,diabetes melitus, ateriosklerosis atau pengapuran
pembuluh darah oleh lemak, infeksi , ganguan pencernaan, ganguan pernafasan,penyakit syaraf ,artheritis dan rematik

10.Propolis sebagai penetral racun dalam Tubuh dan sekaligus anti oksidan kuat
11.Propolis meningkatkan system kekebalan tubuh

PENGERTIAN DEFEKASI

Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Hal ini juga disebut bowel movement. Frekwensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari beberapa kali perhari sampai 2 atau 3 kali perminggu. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang. Ketika gelombang peristaltik mendorong feses kedalam kolon sigmoid dan rektum, saraf sensoris dalam rektum dirangsang dan individu menjadi sadar terhadap kebutuhan untuk defekasi.

Defekasi biasanya dimulai oleh dua refleks defekasi yaitu :

Refleks defekasi instrinsik
Ketika feses masuk kedalam rektum, pengembangan dinding rektum memberi gelombang peristaltik pada kolon desenden, kolon sigmoid, dan didalam rektum. Gelombang ini menekan feses kearah anus. Begitu gelombang peristaltik mendekati anus, spingter anal interna tidak menutup dan bila spingter eksternal tenang maka feses keluar.

Refleks defekasi parasimpatis
Ketika serat saraf dalam rektum dirangsang, signal diteruskan ke spinal cord dan kemudian kembali ke kolon desenden, kolon sigmoid dan rektum. Sinyal – sinyal parasimpatis ini meningkatkan gelombang peristaltik, melemaskan spingter anus internal dan meningkatkan refleks defekasi instrinsik. Spingter anus individu duduk ditoilet atau bedpan, spingter anus eksternal tenang dengan sendirinya.

INKONTINENSIA ALVI

Inkontinensia alvi merupakan salah satu keluhan utama pada penderita lanjut usia. Inkontinenensia adalah pengeluaran urin atau feses tanpa disadari, dalam jumlah dan frekuensi yang cukup shingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan dan/atau sosial. Variasi dari inkontinensia urin meliputi keluar hanya beberapa tetes urin saja, sampai benar-benar banyak, bahkan terkadang juga disertai inkontinensia alvi. Karena kedua hal ini hanya merupakan gejala, maka penyebabnya perlu dicari dan segera ditangani.

Inkontinensia alvi lebih jarang ditemukan dibandingkan inkontinensia urin. Defekasi, seperti halnya berkemih, adalah proses fisiologik yang melibatkan koordinasi sistem saraf, respon refleks, kontraksi otot polos, kesadaran cukup serta kemampuan mencapai tempat buang air besar. Perubahan-perubahan akibat proses menua dapat mencetuskan terjadinya inkontinensia, tetapi inkontinensia alvi bukan merupakan sesuatu yang normal pada lanjut usia.

Secara klinis, inkontinensia alvi dapat tampak sebagai feses yang cair atau belum berbentuk dan feses keluar yang sudah berbentuk, sekali atau dua kali sehari dipakaian atau tempat tidur.

Perbedaan penampilan klinis ini dapat menunjukkan penyebab yang berbeda-beda, antara lain inkontinensia alvi akibat konstipasi (sulit buang air besar), simtomatik (berkaitan dengan penyakit usus besar), akibat gangguan saraf pada proses defekasi (neurogenik), dan akibat hilangnya refleks pada anus.

Dengan diagnosis dan pengobatan yang sesuai ( tindakan suportif, obat-obatan dan bila perlu pembedahan), inkontinensia alvi pada usia lanjut hampir seluruhnya dapat dicegah dan diobati. Tujuannya tidak hanya terletak pada keadaan yang kurang nyaman, bahkan memalukan bagi penderita, tetapi fakta bahwa inkontinensia alvi dapat merupakan petunjuk pertama adanya penyakit serius pada saluran cerna bagian bawah yang memerlukan pengobatan jika benar2 ada.

DAMPAK DARI SAMPAH

Banyak yang tidak tau bahaya membuang sampah sembarangan. Kalo kita liat dari aspek dasarnya saja kita tau, kalau sampah itu adalah "kotoran". Kotoran yang bisa menyebabkan efek negatif bagi kesehatan kita dan lingkungan.

Banyak orang yang masih tidak tau bahaya yang ditimbulkan oleh limbah rumah tersebut. Mereka bahkan membuang sampah tersebut ke sungai. Daur jalannya air limbah tersebut, kembali lagi ke warga tersebut. Dari sisi mudahnya saja, air yang tercemar tadi meresap ke sumur-sumur warga dan digunakan untuk minum, serta kebutuhan lain.

Pencemaran yang di sebabkan oleh sampah, memang tidak terasa langsung. Tapi percaya atau tidak, efeknya kita juga yang rasakan. Mulai dari gangguan kesehatan, kerusakan tanah, hingga mendatangkan banjir.

Mari kita menjaga lingkungan dengan hal yang kecil dan gampang, tapi memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan. Biasakan membuang sampah pada tempatnya. Dengan ini, kita termasuk ke dalam orang-orang yang telah menjaga kesehatan banyak orang di sekeliling kita. Semoga linkungan kita terbebas dari Penyakit.

Yuk, buang sampah pada tempatnya....

HIDUP BEBAS ROKOK

Bagi sebagian orang, mungkin rokok adalah musuhnya. Tapi bagi perokok, rokok tak ubahnya laksana teman yang paling setia. Di saat senang dan susah, orang akan melepaskan ekspresinya lewat sebatang rokok yang di bakar dan dihisap.

Di balik hal itu, ternyata banyak efek negatif yang ditimbulkan oleh asap rokok tersebut. Diantaranya ialah
• Kanker
• Serangan Jantung
• Impotensi
• Gangguan Kehamilan dan Janin.

Orang yang tidak merokok, dan menghirup asap yang dilepaskan perokok, lebih berbahaya dari perokok itu sendiri. Hal inilah yang membuat orang yang tidak merokok jadi gerah. Betapa tidak, dia tidak merokok tapi berpeluang besar mengalami gangguan kesehatan. Apa lagi kalo sampai yang menghirup asap orang yang dilepaskan orang, dihirup oleh penderita Sesak nafas dan Asma. Imbasnya akan langsung terasa.

Sebetulnya, banyak Slogan yang ditempel tentang larangan merokok di tempat umum. Namun sering tidak di indahkan oleh perokok. Belum lagi Perda yang ditetapkan oleh Daerah tertentu di Indonesia.

Sudah sepantasnya kita menghilangkan kebiasaan buruk Merokok. Apalagi merokok di tempat umum. Kita harus bisa menghargai orang yang tidak merokok. Karena mereka yang paling rentan terkena imbas dari asap rokok.

Semoga Lingkungan kita, bersih dari asap rokok. Hidup sehat akan terasa enak. So pasti....

Ini Dia Alasan Pengumuman CPNS Bidan PTT Belum Keluar

‎ Mungkin kebanyakan dari para Bidan PTT yang sudah mengikuti ujian kompetensi dasar TKD pada ujian seleksi CPNS dari Dokter gigi PTT...