Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

AKHIR DARI CERITA INI

Dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan. Ternyata pengharapan yang ada selama ini berakhir sia-sia. Mungkin ini jadi pengalaman berharga. Sesuatu hal yang berharga pula telah aku dapatkan.

Semua orang punya harapan, tapi harapan ini pupus seiring waktu dan keputusan yang amat menyakitkan. Andai ku tahu, mungkin dari dulu aku nyerah. Tapi aku tidak boleh menyalahkan, karena banyak pelajaran berharga yang ku dapat.

Akhirnya... Hanya ucapan selamat tinggal yang bisa terucap, buat dirimu yang pernah ada.

(for 5 sept 91)

TERORIS DI ACEH

Dalam beberapa hari ini, halaman surat kabar lokal yang aku baca, membahas adanya sekelompok Radikal di kawasan Seulawah Kecamatan Seulimuem, Kabupaten Aceh Besar.

Entah dari mana dan apa tujuan kelompok tersebut. Yang jelas, kami yang mendiami Tanah Rencong, merasa panik dan gundah. Telah banyak drama konflik yang kami lakoni, telah lama kami hidup dalam suasana perang.

Drama pengepungan yang dilakukan Petugas dari Kops Brimob dan Tim Densus88, membuat aku harus mengingat lagi kenangan pahit yang pernah aku alami selama pertikaian saudara kemarin. Kenangan yang terbayang di saat kami baru merasakan suasana kedamaian.

Biarpun menurut media mereka cuma kelompok Teroris yang menggunakan Aceh sebagai tempat latihan, tapi suasana ini membuat kami gundah. Betapa tidak, percikan darah sudah membasahi lagi Tanah Aceh tercinta. Tanah yang merasakan kedahsyatan Gelombang Tsunami dan Konflik.

Harapanku tidak banyak, aku pribadi tidak memharap santunan atau apapun. Aku hanya mau, suasana damai jangan di warnai dengan pertumpahan darah. Biarlah kami merasakan hidup damai, tentram dan tenang. Semoga kami dapat menatap hari esok dengan cerah.

(Goresan hati anak Aceh)

KISAH KENANGAN ANAK DESA

Desa, sebuah lingkungan yang sangat geli bagi sebagian orang. Lingkungan yang dihuni oleh beberapa Kepala Keluarga(KK). Geografisnya pun di domisili oleh 80% persawahan dan perkebunan. Selebihnya baru perumahan warga. Itupun dengan letak yang tak menentu.

Ya... Desa, di situlah aku tinggal di besarkan. Memang hidup di Desa tak seindah di Kota, apa lagi Kota-kota Besar. Tapi harus gimana, aku toh memang dilahirkan dan dibesarkan disitu. Menghabiskan waktu bersama teman-teman, bermain permainan di lokasi manapun, mengaji bersama di saat malam datang. Mungkin suasana itu yamg membuat kami merasa nyaman hidup di lingkungan Desa.

Di balik semua kejadian yang pernah aku rasakan, banyak tersimpan kenangan-kenangan yang membuat aku kepingin kembali ke masa lalu, biarpun sejenak. Perasaan ini, juga dirasakan oleh teman-teman aku yang sekarang sedang mengadu nasib ke berbagai daerah. Pengen rasanya kami sejenak kembali dan melakukan hal-hal yang pernah kami buat di kala itu.

Di antara Ribuan Kenangan, ada satu kenangan yang kerap membayangi, disaat aku mengenang masa lalu ku. Itu lah kenangan yang tak pernah bisa aku lupakan.

Kala yang indah saat itu, hari dimana aku jatuh cinta. Lucu yaaa.....

Gak salah orang menamakan cinta monyet, takutnya lebih besar dari cinta. Hehehe...

Kala itu hari yang damai. seperti biasa, Pulang sekolah aku makan siang terus keluyuran kemana-mana. Mau gimana, yang namanya anak kecil, 80% waktu cuma untuk bermain. Gitu juga aku dulu.

Anehnya, waktu itu aku agak males di ajak maen. Entah kenapa, aku lebih memilih duduk di Pos Kamling. Kebetulan ada kawan yang nemanin aku, jadi aku gak sendirian.

Di saat asyik nyetel-nyetel sepeda (kendaraan berhargaku), tiba-tiba lewat seorang gadis yang cantik. Usianya seumuran sama aku juga. Masih terbayang dengan jelas, disaat itu dia mengayuh sepeda mininya, memakai baju Busana Sopan, dengan jelbab orange yang begitu manis. Sempat aku lihat Tas coklat bersandar di dalam keranjang sepeda'nya.
Aku mencoba menatap dia dengan manja, tau sendiri tatapan anak 10 tahunan, hehe. Gadis itu pun tersenyum padaku.
Sungguh, hampir aku jatuh pingsan, jantungku berdegup dengan kencang.

Ya Tuhan, hampir saja saat itu tangan aku dimakan rantai sepeda, gara-gara terpana menatap gadis tercantik yang pernah aku tatap.

Tak cukup disitu, aku mengajak temanku untuk mengejar Sang Bidadari kecil yang baru saja bikin hatiku lemas.
"Jun, ikut cewek tu yok!", kataku mengajak
"ehmmm... Ayok..." jawab temanku singkat, sambil memutar haluan sepeda dan mendayung dengan kencang.

Bersambung...
( 3 serangkai )

KETIKA HATI MERASAKAN CINTA

Mungkin, tak ada yang tidak tau apa itu cinta. Mulai dari anak-anak remaja, sampai orang tua sekalipun. Tak pandang miskin atau kaya, cacat ataupun sempurna. Yang namanya cinta tersebut datang dan terbenam di lubuk hati manusia.

Cinta memang susah di mengerti, mulanya saling mengenal, tapi akhirnya cinta merasukinya. Banyak orang yang merasakan getaran hati tersebut saat pandangan pertama. Getaran yang teramat dalam di rasakan oleh anak manusia. Tapi seringkali cinta ini jarang yang kesampaian.

Bagi sebagian orang, Saat-saat jatuh cinta adalah waktu yang terindah baginya. Dimana sepasang manusia saling berbagi perasaan, baik suka maupun duka. Saling berjanji sehidup semati, saling bercanda tawa. Mereka seakan-akan laksana ratu dan raja. Saat itulah dimana sebagian orang menodai cinta dengan hal yang negatif. Banyak yang salah mengartikan arti dari kasih sayang. Mereka memamfaatkan saat bersama, dengan melakukan hal-hal yang tidak terpuji tersebut.

Semuanya terjadi di saat anak manusia, terhanyut dalam belaian cinta. Entah itu cinta yang sempurna, atau nafsu semata. Tapi, alangkah baiknya jika kita menjalani kisah cinta, dengan melakukan hal-hal yang positif. Dengan saling memahami dan menghargai, kelak cinta akan membawa kita ke dalam mahligai persandingan. Amin....

Ini Dia Alasan Pengumuman CPNS Bidan PTT Belum Keluar

‎ Mungkin kebanyakan dari para Bidan PTT yang sudah mengikuti ujian kompetensi dasar TKD pada ujian seleksi CPNS dari Dokter gigi PTT...