06 Agustus 2013

123 TITIK RAWAN LAKA LANTAS DI ACEH



Personel Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda Aceh, memetakan 123 titik rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan lintas timur, tengah, dan barat-selatan Aceh saat ketiga jalur antarkabupaten/provinsi ini padat dilalui pemudik jelang Idul Fitri 1434 Hijriah, saat lebaran, dan ketika arus balik nanti.

Direktur Lalu-lintas (Dirlantas) Polda Aceh, Kombes Pol Indra Gautama mengatakan pemetaan titik rawan laka ini berdasarkan angka kecelakaan dilapor Kasat Lantas Polres kabupaten/kota di Aceh saat Operasi Ketupat Rencong 2012. Selain itu, pemetaan ini juga berdasarkan kegiatan cipta kondisi melalui Operasi Patuh dan Operasi Pekat jelang Operasi Ketupat 2013 ini.

“Dari ketiga lintas ini, 70% titik rawan kecelakaan di lintas timur Aceh. Ini terjadi lantaran padatnya arus lalu lintas dan mobilitas penduduk di lintas tersebut. Namun begitu, secara keseluruhan titik rawan di ketiga lintas ini juga tetap harus diwaspadai, misalnya setiap pengguna sepeda motor (sepmor) harus selalu mengenakan helm standar nasional Indonesia (NSI) dan silakan istirahat, jika merasa lelah dan ngantuk,” harap Dirlantas.

Kombes Indra menyebutkan selama Operasi Ketupat 2012 terjadi 64 kasus kecelakaan di jalan raya, 38 orang meninggal, 46 orang mengalami luka berat, dan 92 orang luka ringan. Di antaranya paling banyak terjadi di jalan lurus lintas timur Aceh. “Nah, di jalan lurus ini sangat perlu diwaspadai karena umumnya pengguna kendaraan melaju cepat, sedangkan median yang memisahkan jalur kiri dan kanan tak ada. Akibatnya banyak kecelakaan sepmor laga kambing, baik sesama sepmor, maupun dengan mobil,” jelas Kombes Pol Indra.

Untuk meminimalisir angka kecelakaan, sebagian besar polisi ditempatkan di titik-titik rawan laka ini, namun pengendara tetap diharap lebih berhati-hati, misalnya tidak kebut-kebutan dan tetap menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). “Sedangkan petugas pengamanan ditempatkan selain untuk mengurangi angka kecelakaan, juga untuk menjaga ketertiban dan keamanan (Kamtibmas),” ujar Kombes Indra.

Dirlantas yang tadi malam masih di Lhokseumawe pulang ke Banda Aceh setelah memantau pos pengamanan dan pelayanan bersama Kapolda dan rombongan, mengatakan puncak arus mudik 2013 sudah mulai terasa sejak H-4, Minggu (4/8) dan diperkirakan akan berlangsung hingga H-1, Rabu (7/8). Sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada H+5 atau 14 Agustus 2013. “Kepada pemudik diimbau berhati-hati, sebelum pulang, pastikan rumah terkunci dan dalam kondisi aman, termasuk dari arus listrik yang bisa menyebabkan kebakaran,” imbau Dirlantas.

Seperti diberitakan sebelumnya, 1.170 personel gabungan, umumnya polisi jajaran Polda Aceh disebar dalam rangka Operasi Ketupat 2013 di seluruh Aceh sejak H-7 Idul Fitri, Kamis (1/8) hingga H+7, Kamis (15/8). Di antara para personel ini, juga ada penembak jitu (sniper) yang siap menembak di tempat pelaku kejahatan, seperti perampokan yang memanfaatkan keramaian saat mudik atau Idul Fitri nanti.

Sumber : aceh.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap Komentar yang baik dan sopan, tanpa ada unsur SARA, terimakasih.