TEKNIK RENDERING MENGGUNAKAN ARTLANTIS STUDIO

1. Bagian I: Jenis dan sumber point cahaya Tips untuk rendering – ini adalah serangkaian rekomendasi yang akan membantu Anda mendapatkan hasil rendering yang bagus dengan Artlantis. Kami berharap bahwa Anda menjadi seorang ahli dalam render, dengan bantuan tips kami.
Satu keuntungan dari Artlantis R dan Studio – untuk membuat berbagai jenis pointview (Perspektif, ortogonal, Scene virtual reality (VR), animasi), dengan berbagai setting, sumber cahaya. Dengan kata lain, pengguna dapat menentukan kombinasi yang berbeda dari berbagai jenis scene yang ada secara terpisah. Ada tiga kelompok dari sumber cahaya, yaitu Heliodon Utama (Heliodon), mensimulasikan siang hari sinar matahari untuk scene eksterior. Kedua, luminer (Light Source), dirancang untuk pencahayaan buatan, dan akhirnya, yang ketiga Neon (Light Neon) adalah untuk mensimulasikan pencahayaan neon. Bersama-sama, sumber-sumber cahaya dapat diterapkan untuk masing-masing jenis scene secara terpisah, menggabungkan berbagai jenis di masing-masing type scene secara terpisah. Sebuah lampu neon disajikan dalam bentuk shader. Ini berlaku untuk semua jenis scene secara bersamaan, dan tidak dapat dinonaktifkan secara individual untuk setiap jenis scene. Sebagai contoh, ambillah pelajaran Basic.atl pada sebuah Kamar yang sudah dibuat, untuk menunjukkan bagaimana sumber-sumber cahaya dapat ditugaskan secara independen untuk masing-masing jenis scene. Untuk membuat view Anda sendiri, klik tanda + di daftar jenis lampu dan tambahkan beberapa sumber cahaya. Pada contoh kita gunakan Tiga group sumber cahaya. Lampu neon awalnya ditunjuk untuk kaca jendela dan lampu langit-langit. Pengaturan ini tidak tergantung pada jenis,nya cahaya lampu neon akan terlihat di semua jenis scene. Dalam bentuk pertama, disebut Hanya Neon, kami hanya menggunakan cahaya lampu Neon untuk pencahayaan langit-langit dan shader kaca digunakan Neon Glaze.
Untuk jenis sumber cahay Heliodon diatur ke NONE. Warna latar belakang juga diatur untuk setiap jenis scene, misalnya, biru gelap.

Lakukan rendering akhir dengan pengaturan ini, dan Anda mendapatkan hasil seperti pada ilustrasi diatas.
Jenis kedua disebut Neon Light + Natural. Di dalamnya, kita telah menggabungkannya dengan shader heliodon neon yang jatuh ke dalam lubang jendela.Yang juga akan mengubah warna langit.


Dalam bentuk ketiga, yang disebut Neon + Night Heliodon + Spot, ditambahkan ke dua sumber cahaya yang berbeda: heliodon night dan directional (Spot).


Untuk setiap sumber cahaya secara terpisah dapat diaktifkan dan menonaktifkan radiosity (radiositas), tetapi kami menyarankan Anda menonaktifkannya untuk mendapatkan hasil yang bagus. Controller bekerja di radiosity untuk setiap jenis scene secara terpisah, kekuatan emisi tergantung pada jumlah sumber radiasi dan disesuaikan ke 0-200, yang mengubah pencahayaan scene. Sebagai contoh, nilai 150, cukup untuk scene pada umumnya, memberikan pencahayaan kualitas tinggi dan realisme maksimal.

Ketika bekerja di stage adalah penting untuk secara berkala tekan tombol radiosity, untuk itu gunakan mekanisme radiosity secara cepat (menggunakan Fast Radiosity) dan melihat versi kasarnya dari rendering final, dan kemudian menyesuaikan pengaturan jika perlu. Setelah Anda klik pada radiositas, maka seperempat pre-render radiosity bekerja.

Setelah menyelesaikan radiosity render awal Anda maka akan terlihat hasil perkiraan pencahayaan dalam rendering final. Ingat bahwa lebih banyak sumber radiaosity akan menambah waktu render yang dihabiskan di rendering final, jadi cobalah untuk menemukan keseimbangan antara kinerja waktu yang dibutuhkan di komputer Anda yang dihabiskan saat rendering, dan kualitas gambar yang dihasilkan. Untuk menguji hasil, gunakan mekanisme radiosity Cepat (fast radiosity), yang akan membantu Anda melihat gambar akhir tanpa uji gambar. Atau, Anda dapat menggunakan tool Render Zone (Zona Rendering) dan pilih sepotong kecil dari scene untuk menilai kualitas dari gambar akhir. Ingat: sebagai pra-render hanya berupa perkiraan dan tidak sesuai persis dengan apa yang Anda lihat pada akhirnya, tetapi harus memberikan ide tentang bagaimana akan terlihat hasil akhir.

PERMULAAN CARA MERENDER ARCHICAD DENGAN CINEMA 4D

Tujuan merender desain yang kita buat adalah bertujuan agar hasil yang dihasilkan dapat terlihat seeperti keadaan realita nya atau juga mendekati keadaan nyata. Untuk ini saya mencoba menulis permulaan cara merender dengan Cinema 4D dari Modeling Archicad. Untuk merendering ada beberapa Software yang dapat digunakan dengan mengintegrasikan dengan Archicad, diantaranya Artlantis, Cinema 4D, Lihghtworks, 3D max, dan lain lain. Untuk tips yang coba saya buat ini, adalah merender Dari Archicad menggunakan Cinema 4D.

Hal pertama yang harus di lakukan adalah membuat modeling, misalnya interior ataupun eksterior menggunakan Archicad. Contoh yang saya buat adalah sebuah rumah tinggal 2 lantai.


Pada layout 2D archicad, gunakan tools Marquee untuk memilih bagian mana yang akan dirender,Bisa di bagian interior nya saja, atau juga semua bagian interior nya. Semua tergantung kebutuhan kita.



Setelah di marquee, klik F5 untuk melihat tampak interior yang telah di marquee.



Setlah Melihat dalam bentuk 3dimensi, lalu kita simpan pada Save as dan pilih 3Studio file (3ds).



Lalu akan muncul peringatan save 3D as 3Dstudio object, lalu pilih element types material, Untuk set drawing unitnya, ketik angka 10000 dalam mm lalu OK.



Setelah selesai menyimpan dalam format 3ds, lalu buka program Cinema 4D nya, untuk memudahkan interface program Cienema 4D, pilih saja view standar pada layout, seperti pada gambar.



lalu buka file yang tadi disimpan , pilih file lalu merge.




Maka akan muncul file 3ds dari archicad yang tadi kita simpan, seperti pada gambar. Hal pertamakali Setelah muncul file ini, kita harus menghilangkan settingan cahaya bawaan dari archicad, pada Toolbar sebelah kiri, dengan Menghapus semua bawaan dari archicad, seperti dalam gambar. Yang tidak di hapus adalah Keterangan pada gambar berbentuk segitiga biru. Setelah selesai di hapus, klik ctrl +A lalu klik Alt + G agar objek-objek nya masuk dalam satu grup objek.

Lalu pada bagian toolbar sebelah kiri, akan muncul nama null object, yang berasal dari grup objek yang telah dibuat, lalu rename dengan member nama, setelah itu simpan , pada bagian file pilih save project.



Setelah menyimpan pada save project, kita harus me-resize (membesarkan) ukuran objek ini, sebelum itu buat dahulu perbandingan ukuran dengan menambahkan objek Cube seperti pada gambar, tujuan me-resize ini adalah supaya mendapatkan hasil yang baik ketika merender.




Setelah membuat perbandingan dengan objek cube, klik objek yang akan kita resize pada toolbar sebelah kiri, lalu tekan T untuk mulai me-resize. Geser mouse agar objek nya bertambah melebihi besar nya objek cube yang dibuat.



Jika sudah me-resize melebihi objek cube, lalu hapus objek cube tersebut. Setelah itu, klik F3 untuk melihat view dari arah samping, lalu geser objeknya ke atas, usahakan harus melebihi garis biru, tujuannya agar arah kamera dan settingan lamp, dan light dapat optimal.


Setelah selesaii di Resize, barulah mengatur settingan lamp. nya, material, light,
menambahkan atau mengurangi objek... kiranya cukup dulu tips yang bisa saya berikan..


Semoga gambar-gambar yang diberikan dapat jelas telihat dan mudah dimengerti. semoga
bermanfaat bagi yang membuka blog sederhana ini.


SISTEM PEMERINTAHAN LOKAL ACEH

Sistem pemerintahan lokal Aceh adalah suatu sistem pemerintahan yang dipergunakan pada masa Kesultanan Aceh Darussalam dan sampai sekarang masih dipakai seiring pemberlakuan status istimewa bagi Aceh (kecuali keurajeun, sagoë dan nanggroë). Sistem pemerintahan lokal Aceh mengacu pada sistem pemerintahan yang khusus dipergunakan oleh suku Aceh.

Gampông

Gampông atau disebut kampung dalam bahasa Melayu, merupakan sebuah sistem pemerintahan setingkat desa sekarang yang bediri secara otonom. Sebuah gampông dipimpin oleh kepala desa yang disebut Keuchik atau Geuchik dan dibantu oleh suatu dewan musyawarah yang disebut Tuha Peut.

Mukim

Mukim merupakan suatu sistem pemerintahan setingkat kecamatan yang dahulu diberlakukan pada saat Kesultanan Aceh. Sebuah mukim terdiri dari beberapa buah desa yang disebut gampông. Di tiap-tiap mukim didirikan sebuah masjid yang dipergunakan untuk salat Jumat. Yang memimpin mesjid disebut Teungku Imum Raja (Mesjid). Mukim dipimpin oleh Imum Mukim dan dibantu oleh suatu dewan musyawarah yang disebut Tuha Lapan.
BAB XXXVI BENDERA, LAMBANG, DAN HIMNE
Pasal 246 (1) Bendera Merah Putih adalah bendera nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (2) Selain Bendera Merah Putih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah Aceh dapat menentukan dan menetapkan bendera daerah Aceh sebagai lambang yang mencerminkan keistimewaan dan kekhususan. (3) Bendera daerah Aceh sebagai lambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bukan merupakan simbol kedaulatan dan tidak diberlakukan sebagai bendera kedaulatan di Aceh. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk bendera sebagai lambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Qanun Aceh yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
Pasal 247 (1) Pemerintah Aceh dapat menetapkan lambang sebagai simbol keistimewaan dan kekhususan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai lambang sebagai simbol sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Qanun Aceh.
Pasal 248 (1) Lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan yang bersifat nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. (2) Pemerintah Aceh dapat menetapkan himne Aceh sebagai pencerminan keistimewaan dan kekhususan. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai himne Aceh sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Qanun Aceh.

Nanggroë

Nanggroë merupakan suatu sistem pemerintahan setingkat [Negara] pada masa sekarang. Dalam bahasa Melayu, nanggroë disebut dengan nama kenegerian. . Sebuah nanggroë dipimpin oleh Wali Negara yang bergelar [Paduka njang Mulia].

Sagoë

Sagoë merupakan suatu sistem pemerintahan setingkat kabupaten pada masa sekarang. Dalam bahasa Melayu, nanggroë disebut dengan nama kenegerian. Sebuah nanggroë terdiri dari mukim-mukim layaknya sekarang sebuah kabupaten terdiri dari kecamatan-kecamatan. Sebuah sagoë dipimpin oleh hulubalang yang bergelar Teuku atau disebut Ampon.

Ini Dia Alasan Pengumuman CPNS Bidan PTT Belum Keluar

‎ Mungkin kebanyakan dari para Bidan PTT yang sudah mengikuti ujian kompetensi dasar TKD pada ujian seleksi CPNS dari Dokter gigi PTT...